You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Rejomulyo
Desa Rejomulyo

Kec. Jati Agung, Kab. Lampung Selatan, Provinsi Lampung

Selamat datang di Website Resmi Desa Rejomulyo Baca Selengkapnya...

Musyawarah Desa Rembuk Stunting di Desa Rejomulyo, Jati Agung

Operator 07 Agustus 2025 Dibaca 177 Kali
Musyawarah Desa Rembuk Stunting di Desa Rejomulyo, Jati Agung

Rejomulyo, 6 Agustus 2025 – Pemerintah Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, menggelar kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting pada Rabu (6/8) di Balai Desa Rejomulyo. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa melalui sinergi antar lembaga dan partisipasi aktif masyarakat.

Musyawarah ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, di antaranya:

  • Perwakilan Kecamatan Jati Agung yang diwakili oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang)

  • Puskesmas Karang Anyar

  • Pendamping Desa
  • BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional)

  • Pendamping Desa

  • Perwakilan UPT Agama

  • Bidan Desa Rejomulyo

  • Kader Posyandu, KB dan KPM

  • Babinsa, Bhabinkamtibmas
  • PKK Desa

  • Pengurus BUMDes dan Kopdes Merah Putih Rejomulyo
  • Perwakilan BPD, serta

  • Tokoh masyarakat setempat

Komitmen Bersama Cegah Stunting

     Dalam sambutannya, Kepala Desa Rejomulyo yang diwakilkan Sekretaris Desa, Bapak Hartono, menekankan pentingnya rembuk stunting sebagai langkah kolaboratif yang menyatukan semua pihak untuk menangani masalah stunting yang masih menjadi tantangan di desa.

“Pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari remaja, calon pengantin, hingga ibu hamil dan balita, semuanya perlu mendapatkan perhatian khusus. Kita ingin memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Pemaparan Data dan Identifikasi Masalah

         Tim dari Puskesmas Karang Anyar bersama Bidan Desa menyampaikan data terkini mengenai kondisi balita dan ibu hamil di Desa Rejomulyo. Disebutkan bahwa masih terdapat anak-anak dengan risiko stunting, yang memerlukan pendampingan serta intervensi gizi.

     Selain itu, BKKBN turut menyoroti pentingnya edukasi gizi sejak usia dini dan pendekatan berbasis keluarga. Perwakilan UPT Agama juga menyampaikan dukungan melalui pendekatan moral dan keagamaan untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan keluarga.

Penyusunan Rencana Tindak Lanjut

Sebagai hasil dari musyawarah, forum menyepakati beberapa rencana tindak lanjut, antara lain:

  • Peningkatan peran Kader Posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang balita.

  • Pelatihan gizi keluarga bagi ibu hamil dan ibu balita.

  • Program edukasi remaja putri dan calon pengantin mengenai kesehatan reproduksi dan gizi.

  • Pengalokasian anggaran desa untuk kegiatan intervensi stunting tahun 2026.

Penandatanganan Komitmen Bersama

     Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan berita acara dan komitmen bersama oleh seluruh peserta sebagai bentuk dukungan dan tanggung jawab bersama dalam upaya penurunan stunting di Desa Rejomulyo.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan semua pihak hari ini. Ini menunjukkan bahwa penanganan stunting memang harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kasi Ekobang Kecamatan Jati Agung dalam sambutannya.

     Dengan terselenggaranya Musdes Rembuk Stunting ini, diharapkan Desa Rejomulyo dapat menjadi salah satu desa percontohan dalam program pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image